Cara Membuat Gula Semut dari Nira Kelapa | sarilegen.com

Cara Membuat Gula Semut dari Nira Kelapa

Cara Membuat Gula Semut dari Nira Kelapa – Saat sebelum membuat gula semut dari nira, pasti kita memerlukan nira lebih dulu. Nira adalah hasil dari penyadapan tandan bunga jantan, ingat bunga aren ya. Bila kamu menyadap dari tandan bunga betina, hasil nira yang didapat bisa saja tdak memuaskan, entah dari apa lagi kwalitasnya.

Membuat Gula Semut dari Nira Kelapa

Berikut ini adalah cara pembuatan gula semut dari nira kelapa. Nira kelapa adalah air dari proses penyadapan pohon kelapa atau nira kelapa. Proses pengambilan niranya juga cukup sulit. Oleh karena itu harga gula semut umumnya juga sedikit cukup mahal, itupun juga tergantung kualitas gula semut tersebut.

1. Penyadapan Nira Aren

Tandan atau tongkol bunga jantan bisa kita sadap sepanjang 3-4 bulan, sampai tongkolnya habis atau jadi kering. Selama penyadapan pada masa tersebut, awalnya kita akan mendapat nira yang sedikit, tetapi jumlahnya akan bertambah sampai tengah masa sadap.

Setelah tiba puncak atau pertengahan masa sadap, jumlah nira yang bakal kita peroleh jadi sedikit kembali seperti awal pertama menyadap.

Pohon aren yang subur juga punya pengaruh di hasil penyadapan. Bila pohonnya subur, pada sebuah pohon bisa hasilkan beberapa tongkol bunga jantan dan betina dalam satu waktu. Pohon yang semacam ini akan lebih memberikan keuntungan karena kita dapat menyesuaikan beberapa tongkol bunga jantan dalam satu hari.

Selama penyadapan, kita dapat memperoleh 4-5 liter nira dari 1 tongkol bunga, penyadapan dilaksanakan sekitar 2x. Ini bergantung dengan kesuburan pohon aren yang disadap.

Nah, agar bisa membandingkan mana bunga jantan dan betina, kita dapat menyaksikan dari panjangnya. Bunga jantan mempunyai panjang sekitar 50 cm, sedang bunga betina lebih panjang lagi, yakni sekitaran 175 cm.

2. Persiapan Penyadapan Nira Aren

Saat sebelum menyadap nira, ada banyak poin penting untuk kita kerjakan supaya nira yang didapat hasilnya cukup banyak dan waktu menyadapnya cukup lama. Persiapan yang perlu dilaksanakan terbagi dalam kedaulatan tandan dan bunga, dan memukul-mukul tandan

Pembersihan tandan dilaksanakan saat bunga jantan kulitnya belum pecah. Triknya dengan bersihkan ijuk yang ada disekitaran tandan, sekaligus kita hilangkan dua pelepah daun yang berada di atas dan bawah tandan bunga. Pembersihan tandan ini untuk kemudahan saat proses penyadapan.

READ  TOKOH PEWAYANGAN LENGKAP DENGAN SIFATNYA YANG PALING SERING DIBAWAKAN DALANG

Sesudah tandan bersih, cara selanjutnya adalah tandan diayun-ayunkan dan dipukul-pukul supaya nira dapat keluar secara lancar melalui pembuluh darah.

Pukulan dilaksanakan memakai kayu dengan tenaga yang tidak begitu kuat, atau pukulan yang enteng, dan yakinkan tandannya tidak sampai terluka. Pukulan ini dilaksanakan berkali-kali sepanjang tiga minggu dengan selang waktu 2 hari.

Apabila sudah dilakukan pukulan, untuk menyaksikan apa bunga jantan telah hasilkan nira atau memang belum, kita dapat melukai atau menoreh tandan itu. Jika ditoreh dan tandan belum keluarkan cairan, maka perlu diayun-ayun dan dipukul-pukul kembali.

Tapi, bila tandan yang kita lukai telah keluarkan cairan, itu pertanda siap untuk disadap. Kita tinggal saja tandan pas pada torehan yang dibikin memakai sabit atau parang yang tajam.

Seterusnya, tempat dari bambu yang dibuat khusus untuk memuat nira tepat di bawah tandan yang dipotong barusan. Atau, juga bisa ujung tandan yang telah dipotong, ditempatkan sedikit ke mulut bambu.

Kemudian, ikat bambu memakai tangkai pohon atau pangkal tandan supaya tidak gampang berubah dan kuat ada di tempatnya.

3. Perhatikan Waktu Penyadapan

Penyadapan umumnya dilaksanakan 2x dalam satu hari, yakni saat pagi dan sore hari. Bila kita menyadap saat sore hari, karena itu nira yang didapat akan diambil saat pagi hari selanjutnya. Bila menyadapnya semenjak pagi, karena itu nira yang ditampung diambil saat sore hari.

Tiap kita ambil nira yang telah ditampung dalam bambu, tandan yang merupakan tempat keluarnya nira harus diiris-iris tipis. Fungsinya perlakuan itu ialah supaya aliran kapiler pada tandan jadi terbuka, sehingga nira akan keluar secara lancar.

Penyadapan tandan bunga jantan umumnya bisa dilakukan sepanjang 3-4 bulan sampai tandannya habis atau mengering.

Untuk tempat penampung nira, seharusnya pakai bumbung yang dibuat dari bambu petung atau bambu ori. Ini karena ukuran bambu itu lebih besar, hingga bisa memuat nira yang banyak.

4. Pemanasan Nira Aren

Karena nira gampang sekali terfermentasi, karena itu kita harus segera memprosesnya sesudah mengambilnya dari pohon. Nira harus segera diolah maksimal 90 menit sesudah dikeluarkan dari bumbun.

READ  7 Tips Garden Design For Beginner

Nira ditempatkan ke tempat berbentuk wajan besar untuk segera atau, tapi saat proses dimasukkan ke wajan, sebaiknya dilakukan, supaya kotoran tidak turut diikutsertakan.

nira dilakukan sepanjang 1-3 jam, lamanya waktu ini bergantung dari jumlahnya nira yang dipanaskan. Saat proses pemanasan, nira diaduk-aduk terus sampai mendidih.

Bila ada buih saat pemanasan, karena itu buih di atas itu harus dibuang supaya hasil gula aren mempunyai warna yang tidak begitu gelap, lebih kering, dan bertahan lama.

Sesudah nira jadi pekat dan mengental, selanjutnya api dikecilkan, sesudah 10 menit, wajan diambil dari tungku api dan nira diaduk-aduk secara perlahan-lahan sampai terjadi pengkristalan.

5. Pengadukan Nira Kental

Sesudah nira kental mengkristal, kerjakan pengadukan lebih cepat sampai terbentuk serbuk yang kasar. Serbuk kasar berikut yang dikatakan sebagai gula semut setengah jadi , karena umumnya kandungan airnya masih di atas 5%.

6. Penggilingan Gula Semut Setengah Jadi

Gula semut setengah jadi digiling memakai mesin penggiling untuk memperkecil ukuran serbuknya dan hilangkan gula.

7. Pengayakan Gula Semut

Sesudah penggilingan, lalu gula semut diayak sesuai ukuran yang kita kehendaki.

Umumnya, pengayakan dilaksanakan memakai ayakan sama ukuran 10 mesh, 12 mesh, atau untuk hasil lebih lembut dipakai ukuran 20 mesh dengan kandungan air kurang dari 3%.

Supaya didapat tiga tingkat kelembutan itu, gula semut yang telah digiling diayak memakai ayakan dari ukuran yang terbesar lebih dulu, yakni 10 mesh. Kemudian baru gula semut yang bisa lolos ayakan 10 mesh, diayak kembali memakai ayakan 15 mesh, dan 20 mesh,

Gula semut yang tidak lolos ayakan 10 mesh disebutkan dengan gula reject. Gula semut yang di-reject itu selanjutnya diolah kembali sampai menetes dan dicetak jadi gula merah.

Penutup

Demikian artikel tadi tentang Cara Membuat Gula Semut dari Nira Kelapa. Jika anda sedang mau membeli gula semut, anda bisa mendapatkannya di jual gula semut. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. Jika ada kesalahan mohon maaf,terima kasih.

Tulisan ini dipublikasikan di Informasi. Tandai permalink.