Memilih Drone Untuk Pemetaan Lahan Pertanian

drone

Memilih Drone Untuk Pemetaan Lahan Pertanian – Drone sebuah teknologi yang saat ini makin sering dipakai. Pesawat tanpa awak ini dapat mengontrol diri sendiri atau dikontrol oleh pemakainya dari jauh. Teknlogi ini makin terkenal di Indonesia untuk beragam. Peranan dari sebuah drone telah berbeda dibandingkan pertama pembikinannya.

Saat ini drone tidak hanya dipakai untuk kepentingan militer tetapi juga untuk kepentingan usaha jasa pemetaan drone. Disamping itu kehadiran drone ini juga penting untuk beberapa pencinta photografi, videografi, media dan termasuk untuk dunia pertanian. Beragam peranan drone di dunia pertanian salah satunya untuk pemetaan lahan, sampai untuk menyebar benih dan pestisida.

Karena ada trend droines ini lebih banyak petani milenial yang berikeinginan untuk beli sebuah drone mereka sendiri. Tetapi kalian jangan asal saat menentukan sebuah drone, ada banyak hal yang penting jadi perhatian.

1. Ketahanan Terbang

Sebuah drone pemetaan udara akan baik bila sanggup terbang semakin lama pada udara saat lakukan pemetaan kami merekomendasikan untuk pilih UAV dengan lama penerbangan di atas 30menit dalam sekali terbang agar ambil video dan foto udara lebih cepat sebagai contoh pesawat uav pemetaan kami dengan tipe AirMapper X8 sanggup terbang 60-90 menit dalam per penerbangan bila dibandingkan dengan DJI Phantom 4 pro yang cuman sanggup terbang 30 menit.

2. Jangkauan Komunikasi / Telemetri

Sesudah ketahanan terbang factor pemasti baik atau tidak final wing pemetaan udara yakni capaian komunikasi atau telemetri dari drone / uav ke ground station (GCS) supaya masih tetap dalam kendalian semestinya sebuah drone pemetaan memiliki jarak capaian long kisaran minimum 10 K dari ground station dengan begitu uav tetap dalam kendalian walau saat terbang dalam model manual ataupun waktu ada pada jarak yang jauh.

READ  Perbedaan Web Developer dan Web Designer

3. Kecepatan Jelajah

Factor ke-3 yakni kecepatan jelajahi pesawat UAV Pemetaan yang mana jadi hal terpenting untuk jadi perhatian saat sebelum putuskan beli drone pemetaan udara dengan kecepatan jelajahi yang cukup karena itu proes survei udara secara akan langsung jadi lebih cepat untuk nilai efektif semestinya sebuah drone mapping sanggup terbang dengan kecepatan minimum 5 m/s sebagai contoh pesawaAirMapper X8. Sanggup terbang dengan kecepatan penelusuran 15 – 18 m/s dengan recording model HDSystem.

Demikian Memilih Drone Untuk Pemetaan Lahan Pertanian, semoga bermanfaat.

Tulisan ini dipublikasikan di Tips. Tandai permalink.